“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
( Matius 19:6 )
Putra dari Bapak Aiptu Rabdi Sembiring Meliala &
Ibu Berliana Br. Meha
Putri dari Bapak Armend Situmorang, S.H. &
Ibu Bd. Lusiana Sitanggang, S.Keb., S.Farm.
Kami bukan dua orang asing. Kami pernah duduk di bangku yang sama di SMAN 7 Medan, tahun
2013. Tapi seperti bunga yang mekar di musimnya, kisah kami baru tumbuh ketika waktunya tiba.
26 Oktober 2019 menjadi titik awal segalanya. Aldi membalas story Instagram Santa, dan dari situ
percakapan hangat pun mengalir. Obrolan demi obrolan, tawa demi tawa, membawa kami saling
mengenal kembali—bukan sebagai teman lama, tapi sebagai dua hati yang mulai terpaut. Masa
pendekatan selama 4,5 bulan itu perlahan menjadi kisah yang tak biasa
16 Maret 2020, Aldi yang baru lulus dari Surabaya kembali ke Medan dan menyatakan
perasaannya. Hari itu menjadi langkah awal kami untuk berjalan bersama, bukan lagi sebagai
teman, tapi sebagai pasangan.
Di pertengahan tahun, kami membuat janji sederhana: setelah mimpi-mimpi kami tercapai, kami
akan kembali—melangkah ke jenjang yang lebih serius di tahun 2025. Sejak saat itu, kami tumbuh
bersama waktu, melewati rindu dan suka duka, sambil terus percaya bahwa kami ditakdirkan
untuk saling melengkapi.
Awal 2025, kedua keluarga bertemu untuk pertama kalinya. Hangat, penuh tawa, dan restu pun
mulai tumbuh.
Pertengahan tahun, kami melangkah lebih jauh. Rencana pernikahan dibicarakan, harapan-harapan disatukan. Hingga akhirnya, kami sepakat mengikat janji dalam tradisi Batak melalui
Martumpol, pada 30 Agustus 2025.
Sebuah ikatan yang lahir dari pertemuan lama, dibangun oleh kesabaran, dan dikuatkan oleh cinta
yang setia menunggu waktu terbaiknya.