“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
( Matius 19:6 )
Anak Ke-2 Bapak Daulat Sitepu &
Ibu Ngalemi Br. Ginting Manik
Dulu pernah ada isu kalau kami mau ditukar karena perbedaan usia kami hanya 24 hari. Terlepas isu itu benar atau hanya keisengan semata, tapi disitulah cerita kami bermula. Jarak rumah kami 1,5 km dengan kecepatan 30 km/jam dan waktu 3 menit kami sudah bisa bertemu. Awalnya perkenalan kami dari pertarungan prestasi dan tak lupa sedikit pertarungan mulut di masa sekolah dulu.
Siapa sangka dari pertarungan itu Beto mulai menabur bibit cinta tanpa Junnie sadari lewat “persahabatan”. 28 April 2019 Beto menyatakan perasaannya yang membuat Junnie bingung harus gimana, mengingat dia mau berangkat ke Bandung untuk melanjutkan Pendidikan dan dia juga tidak ingin kehilangan sahabat baiknya. Sejak awal Beto memang sudah menyusun strategi sebelum Junnie berangkat ke Bandung harus sudah menyatakan perasaannya. 04 Juni 2019 Junnie memutuskan untuk menerima Beto dan menjalani hubungan jarak jauh (LDR).
Tahun ke-2 hubungan kami, Tuhan izinkan kami untuk berada di provinsi yang sama, Jawa Barat. Tentu tetap LDR, setidaknya kami bisa bertemu seminggu sekali (harapannya) dan kenyataannya Junnie masih harus fokus menyelesaikan tesisnya di Bandung dan Beto terkadang (hampir menuju sering) weekend ada pekerjaan di Garut. Usaha terjadi jika ada gaya dan perpindahan, gaya dalam bentuk dorongan rindu 100 newton menggerakkan Beto untuk melakukan perpindahan 73,5 km dari Garut sehingga terjadilah usaha pertemuan di Bandung sebesar 7.350 joule. Mengingat dorongan rindu tidak bisa diperbesar, Tuhan memperbesar kapasitas usaha kami, maka perpindahan diperbesar menjadi 2.020 km sehingga usaha kami menjadi 202.000 joule.
Kami percaya kalau segala hal yang terjadi dalam hidup ini atas seizin Tuhan. Ketika kami harus berpisah pulau dan LDR kembali, itu juga atas seizin Tuhan. Setelah tamat Junnie memutuskan untuk bekerja di Bandung dan Beto harus kembali ke kampung halaman untuk pemulihan.
Tahun ini menjadi tahun paling berat bagi kami. Junnie memutuskan untuk bekerja di Medan dan Beto mendapatkan pekerjaan di Jambi. Tantangan hubungan kami seperti bilangan kompleks, ada rillnya ada juga imajinernya. Berkali-kali Junnie mau mengakhiri dan berkali-kali juga Beto meyakinkan untuk terus mengandalkan Tuhan dan percaya, kalau rencana baik kami pasti diberkati Tuhan.
Kami bersyukur atas kasih, perlindungan, dan penyertaan Tuhan kami diizinkan untuk sampai ke pernikahan kudus.
Terima kasih untuk keluarga dan teman-teman yang mungkin sudah bosan mendengarkan curhatan dan menyaksikan drama hubungan kami namun tidak pernah bosan memberikan nasihat, doa, dan dukungannya selama ini.
Dari hubungan ini kami belajar bahwa meskipun kami tidak melihat tanda-tanda jawaban doa kami, tangan Tuhan bekerja melampaui penglihatan kami.
Kami bersyukur atas kasih, perlindungan, dan penyertaan Tuhan kami diizinkan untuk sampai ke pernikahan kudus.
Terima kasih untuk keluarga dan teman-teman yang mungkin sudah bosan mendengarkan curhatan dan menyaksikan drama hubungan kami namun tidak pernah bosan memberikan nasihat, doa, dan dukungannya selama ini.
Dari hubungan ini kami belajar bahwa meskipun kami tidak melihat tanda-tanda jawaban doa kami, tangan Tuhan bekerja melampaui penglihatan kami.
Yosua 24:15 (TSI) “Akan tetapi, kalau menurut kalian menyembah TUHAN itu tidak baik, pilihlah pada hari ini siapa yang akan kalian sembah. Apakah kalian mau menyembah dewa-dewa yang dulu disembah nenek moyangmu di seberang sungai Efrat? Atau apakah kalian mau menyembah dewa-dewa yang disembah bangsa Amori, yang negerinya kalian diami ini? Tetapi saya dan seluruh keluarga saya akan mengabdi kepada TUHAN!”
Bagi Keluarga, Rekan dan Sahabat yang ingin mengirimkan hadiah, Silakan mengirimkannya melalui :